Kamis, 14 Mei 2026

Jangan Salah Kaprah.. Tahukah Engkau Asal Usul Penyebutan atau Penamaan "Sidi" dan "Siti"?


 



Jangan Salah Kaprah.. Tahukah Engkau Asal Usul Penyebutan atau Penamaan "Sidi" dan "Siti"?


1. Asal-Usul Bahasa (Etymologi)

🔸  Serapan Arab
Kata "Siti" berasal dari kata Sayyidatī (سَيِّدَتِي) yang berarti "Puanku" atau "Wanita Mulia-ku". Sedangkan kata Sidi (سيدي) untuk bergender laki-laki.
🔸  Bentuk Dialek
Dalam percakapan sehari-hari orang Arab (dialek Mesir/Levant), kata ini dipersingkat menjadi "Sidti" atau "Sitti" agar lebih mudah diucapkan.
🔸  Lidah Lokal
Masyarakat Nusantara menyerap kata Sitti tersebut dan menyesuaikannya menjadi "Siti".

2. Masuk ke Nusantara sebagai Gelar Kehormatan

🔸  Bukan Nama Diri
Pada awal masuknya Islam ke Nusantara, Siti digunakan sebagai gelar penghormatan, bukan nama orang.
🔸  Tokoh Suci
Gelar ini disematkan khusus untuk wanita mulia dalam sejarah Islam, seperti Siti Khadijah, Siti Aisyah, Siti Fatimah, dan Siti Maryam. Jadi "Siti" itu bukan nama.

3. Pergeseran Menjadi Nama Populer

🔸  Wujud Doa
Seiring waktu, fungsi gelar ini bergeser menjadi nama depan anak perempuan.
🔸  Harapan Orang Tua
Para orang tua menyematkan nama "Siti" dengan harapan sang anak kelak meniru keluhuran budi pekerti para wanita suci tersebut.

4. Sisi Lain: Pengaruh Bahasa Sanskerta

🔸  Makna Bumi
Dalam budaya Jawa dan Sunda, terdapat kata "Siti" yang berasal dari bahasa Sanskerta (Kṣiti) artinya "bumi" atau "tanah" (contoh: Siti Hinggil).
🔸  Fakta Sosiologis
Meskipun kata ini eksis, penggunaan "Siti" sebagai nama depan perempuan di Indonesia tetap lebih dominan dipengaruhi oleh serapan budaya Arab-Islam.

Selasa, 17 Februari 2026

Alhamdulillah.. Mitos Tahun Baru Imlek Pada Tahun Ini ( 17-02-2026 ) Pun Terbukti Tidak Benar


 

Alhamdulillah.. Mitos Tahun Baru Imlek Pada Tahun Ini ( 17-02-2026 ) Pun Terbukti Tidak Benar

Alhamdulillah.. pada hari raya imlek tahun ini pun (17-02-2026) di tempatku cukup cerah. Tidak diguyur hujan yang tiada henti sebagaimana mitos yang banyak beredar.

Sudah berkali-kali terbukti seperti ini meski musim penghujan. Semalam bintang 🌟  pun terlihat..

Kamis, 01 Januari 2026

Sebuah Sumpah Untuk "Hajr" Setelah Pertimbangkan Mashlahat dan Mafsadat


 


Sebuah Sumpah Untuk "Hajr" Setelah Pertimbangkan Mashlahat dan Mafsadat


يَا رَبِّ، بَعْدَ النَّظَرِ فِي الْمَصْلَحَةِ وَالْمَفْسَدَةِ، فَإِنِّي الْيَوْمَ أَحْلِفُ بِاسْمِكَ أَنِّي لَا أُرِيدُ دُخُولَ بُيُوتِ أَصْدِقَائِهِ كَمَا عَامَلَنِي هُوَ بِذَلِكَ، إِلَّا إِذَا كَانَتْ هُنَاكَ حَاجَةٌ وَاجِبَةٌ (مُلِحَّةٌ).

'Ya Rabbi, ba’dan-nadzari fil-mashlahati wal-mafsadati, fa-inni al-yauma ahlifu bismika anni la uridu dukhula buyuti ashdiqa-ihi kama 'amalanī huwa bi-dzalika, illa idza kanat hunaka hajatun wajibatun (mulihhah)."

"Ya Rabb, setelah mempertimbangkan mashlahat dan mafsadat, maka hari ini aku bersumpah dengan nama-Mu bahwa aku tidak ingin masuk rumah teman-temannya sebagaimana dia menyikapiku demikian, kecuali jika ada hajat wajib (yang mendesak). "


Catatan dalam Fiqh Sumpah

Dalam Islam, jika di kemudian hari kita melihat bahwa melanggar sumpah tersebut jauh lebih baik (lebih membawa mashlahat), kita diperbolehkan melanggarnya namun wajib membayar Kaffarah Sumpah (memberi makan 10 orang miskin, atau memberi pakaian kepada mereka, atau berpuasa 3 hari jika tidak mampu). Hal ini sesuai dengan sabda Nabi ﷺ.

فَقالَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ: مَن حَلَفَ علَى يَمِينٍ، فَرَأَى غَيْرَهَا خَيْرًا منها، فَلْيَأْتِهَا، وَلْيُكَفِّرْ عن يَمِينِهِ.

Rasulullah bersabda: "Barangsiapa yang bersumpah dengan suatu sumpah, lalu ia melihat ada yang lebih baik darinya, maka hendaklah ia melakukan yang lebih baik itu dan membayar kaffarat atas sumpahnya."  (HR. Muslim).

Malam Jum'at, 13 Rojab 1447 H (01-01-2026)

Senin, 08 Desember 2025

Sebuah Tahdzir ( Peringatan )


 


Sebuah Tahdzir ( Peringatan )



🔸 Jika seseorang mencintai Allah, maka akan senang menyebut nama Allah. Sehingga jika kita tidak  menyukai tabi'at seseorang, maka wajar jika menyebut namanya saja pun enggan.

Ketahuilah.. dirinya ingin mengajak ishlah (perbaikan), satron, ataupun musuhan di dunia dan akhirat.. maka kupersilahkan terserah dia. Dengan sabar dan ridho terhadap taqdir Allah, insya Allah akan kuterima apa maunya. Bebas sesuai keinginannya. Setiap kebaikan dan kezholiman akan ada balasannya..

وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ لِيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَسَاۤءُوْا بِمَا عَمِلُوْا وَيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا بِالْحُسْنٰىۚ ۝٣١ ( النّجْم : ٣١ )

"Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. (Dengan demikian) Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga)."

🔸 Manusia itu akan cenderung berkumpul dan akrab dengan yang semisal. Orang baik suka kumpul dengan orang baik. Orang yang akrab dengan penjahat/teroris, maka berhak dicurigai sebagaimana orang jahat. Demikian juga orang yang akrab dengan orang zholim, maka juga berhak dihukumi zholim. Sedang perkara hati itu urusan Allah.

🔸 Jika mereka terlihat akrab (baik bukan kerabat ataupun kerabatku), maka sebagai bentuk tahdzir jangan salahkan jika diriku tidak ingin masuk rumah mereka. Sehingga konsekwensinya jika mereka mati lebih dulu daripada aku, maka insya Allah diriku pun tidak ingin ikut mensholati.

🔸 Insya Allah diriku akan nunjukkan atau kembali kepada tabiat asliku. Jarang membaur dengan manusia. Jika ketemu orang, maka bicara seperlunya. Jika tiada keperluan maka bicara 2 atau 3 patah kata semisal "Assalamu'alaikum", "amit", "monggo" dan semisal.

Laa haula wa laa quwwata illa billah..

Senin, 17 Jumadil-Akhir 1447 H (08-12-2025)

Rabu, 19 November 2025

Hanya Sekedar Pemberitahuan


 

Hanya Sekedar Pemberitahuan


Barangsiapa yang menjalin hubungan dengannya, insya Allah jika kelak mereka mati lebih dulu daripada aku, maka diriku tidak ingin mensholati ataupun masuk rumah mereka.
Sebagaimana Malik bin Dinar rahimahullah menyampaikan perumpamaan

النَّاسُ أَجْنَاسٌ كَأَجْنَاسِ الطَّيْرِ الْحَمَامُ مَعَ الْحَمَامِ وَالْغُرَابُ مَعَ الْغُرَابِ وَالْبَطُّ مَعَ الْبَطِّ وَالصَّعْوُ مَعَ الصَّعْوِ وَكُلُّ إِنْسَانٍ مَعَ شِكْلِهِ

“Manusia berjenis-jenis sebagaimana berjenis-jenisnya burung. Burung merpati dengan burung merpati, burung gagak dengan burung gagak, bebek dengan bebek, burung Regulus dengan burung Regulus. Begitu juga setiap orang akan bersama yang setipe dengannya.” (Al-Ibanah al-Kubra 512)

" الْجَزَاءُ مِنْ جِنْسِ الْعَمَلِ "

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللّٰهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظّٰلِمُوْنَ ەۗ اِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيْهِ الْاَبْصَارُۙ ۝٤٢

"Dan janganlah engkau mengira, bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang yang zhalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak," (QS. Ibrahim : 42)

وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ لِيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَسَاۤءُوْا بِمَا عَمِلُوْا وَيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا بِالْحُسْنٰىۚ ۝٣١

"Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. (Dengan demikian) Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga)." (QS. An-Najm : 31)

Selasa, 21 Oktober 2025

Hanya Allah Yang Mengetahui Dan Kuasa Mengatur Hujan


 


Hanya Allah Yang Mengetahui Dan Kuasa Mengatur Hujan


اِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗ عِلْمُ السَّاعَةِۚ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْاَرْحَامِۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًاۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌۢ بِاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ۝٣٤


"Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal." (QS. Luqman : 34)


Alhamdulillah.. diriku sangat senang setiap tahu ada ramalan terbukti tidak benar. Selasa sore di sini turun hujan cukup deras dan lama.


Sekitar sepekan yang lalu aku dengar omongan katanya "di sini tidak hujan karena ada yang nambak hujan. Ada proyek bangunan."


Kemudian beberapa hari yang lalu di sawah aku dengar ucapan "awal musim penghujan bulan Desember."


Selasa pagi di sawah aku berkata intinya : "jika jatahnya hujan, maka tak akan ada satupun yang mampu menambak/menolak hujan."


Tak kusangka waktu Ashar (sore) turun hujan deras. Allahu Akbar.

Selasa, 13 Mei 2025

Kewajiban Ihtirom ( Menghormati ) Kuburan Dan Tidak Menyakiti Ahli Kubur



Area kuburan dijadikan tempat pembuangan sampah














Kewajiban Ihtirom ( Menghormati ) Kuburan Dan Tidak Menyakiti Ahli Kubur

الواجب احترام القبور وعدم إيذاء أهلها


🔸 Kita wajib menghormati kuburan kaum muslimin dan tidak menyakiti ahli kubur.

🔸 Di antara contoh perbuatan tidak ihtirom kuburan yaitu duduk di atasnya, menginjak kuburan, membuang sampah, ataupun menjadikan tempat penampungan dan pembakaran sampah.

ويحتمل أن الميت يتألم كما يتألم الحي. ويؤيده ما أخرجه ابن أبي شيبة عن ابن مسعود قال: أذى المؤمن في موته كأذاه في حياته. قال ابن عبد البر: يستفاد منه أن الميت يتألم بجميع ما يتألم به الحي، ومن لازمه أن يستلذ بما يستلذ به الحي. (رواه مالك وأبوداود وابن ماجه)

Jangan Salah Kaprah.. Tahukah Engkau Asal Usul Penyebutan atau Penamaan "Sidi" dan "Siti"?

  Jangan Salah Kaprah.. Tahukah Engkau Asal Usul Penyebutan atau Penamaan "Sidi" dan "Siti"? 1. Asal-Usul Bahasa (Etymo...