Jumat, 23 Februari 2024

Keutamaan Bulan Sya'ban Dan Malam Nishfu Sya'ban




 

Keutamaan Bulan Sya'ban Dan Malam Nishfu Sya'ban

     Mengenai bulan Sya’ban, Nabi bersabda :

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

“Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR. An Nasa’i no. 2357. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

     Amalan yang disunnahkan di bulan Sya’ban adalah banyak-banyak berpuasa. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,

فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ

“Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156)

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: ... كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ، كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلاَّ قَلِيلاً. (رواه مسلم)  

     Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan, “Nabi biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya dan berbuka di bulan Sya’ban hanya sedikit hari saja.” (HR. Imam Muslim).


Keutamaan Malam Nishfu Sya’ban

     Rasulullah ﷺ bersabda :

يَطَّلِعُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى  إِلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَيَغْفِرُ لِـجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ.

“Allah Tabaraka wa Ta’ala melihat kepada makhluk-Nya pada malam Nishfu Sya’ban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (Shahih: Syaikh al-Albani rahimahullah berkata, “Hadits shahih, diriwayatkan dari beberapa orang Shahabat dengan beragam jalan yang saling menguatkan antara satu dengan lainnya.)

     Dari Abu Tsa’labah Radhiyallahu anhu, Nabi bersabda :

إِذَا كَانَ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ اطَّلَعَ اللهُ إِلَى خَلْقِهِ فَيَغْفِرُ لِلْمُؤْمِنِيْنَ.

“Apabila sampai malam Nishfu Sya’ban, maka Allah melihat kepada para hamba-Nya di lalu mengampuni orang-orang yang beriman.” (Hasan: HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman (V/359, no. 3551) dan Ibnu Abi ‘Ashim (no. 523),dari Abu Tsa’labah al-Khusyani Radhiyallahu anhu. Lihat Shahiihul Jaami’ (no. 771).)

     Dari Abu Musa disebutkan bahwa Rasulullah bersabda :

إِنَّ اللهَ لَيَطَّلِعُ فِـيْ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِـجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ.

“Sesungguhnya Allah Ta’ala melihat (kepada makhluk-Nya)di malam Nishfu Sya’ban, dan memberi ampunan bagi orang-orang yang beriman kecuali orang yang musyrik dan orang yang mendengki.” (Hasan: HR. Ibnu Majah (no. 1390), dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu anhu. Lihat Shahiihul Jaami’ (no. 1819).)

     Pada Nishfu Sya'ban kesempatan bagi setiap Muslim untuk meraih ridha Allah Ta’ala dan mengharap masuk Jannah, yaitu dengan menghilangkan kedengkian antara dirinya dengan orang lain. Juga berdo’a dan bertaubat dari maksiat dan dosa durhaka kepada kedua orang tua, melalaikan shalat, zhalim terhadap agama Allah, zhalim kepada makhluk, shurah makhluk bernyawa, ghibah, namimah (mengadu domba), mendengarkan musik dan lagu, dan dosa kemaksiatan lainnya.

Catatan Dan Peringatan

     Kita tidak boleh membuat syari'at baru tanpa dalil yaitu menetapkan dan mengkhususkan hari tersebut dengan puasa, shalat, kirim doa, ziarah qubur dan semisalnya sebagaimana Rasulullah dan para Shahabat Radhiyallahu 'anhum tidak mengkhususkan hari tersebut dengan amalan tertentu.

     Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718)

     Dalam riwayat Muslim disebutkan,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim no. 1718)

     Bid’ah sendiri didefinisikan oleh Asy Syatibi rahimahullah dalam kitab Al I’tishom,

عِبَارَةٌ عَنْ طَرِيْقَةٍ فِي الدِّيْنِ مُخْتَرَعَةٍ تُضَاهِي الشَّرْعِيَّةَ يُقْصَدُ بِالسُّلُوْكِ عَلَيْهَا المُبَالَغَةُ فِي التَّعَبُدِ للهِ سُبْحَانَهُ

“Suatu istilah untuk suatu jalan dalam agama yang dibuat-buat (tanpa ada dalil, pen) yang menyerupai syari’at (ajaran Islam), yang dimaksudkan ketika menempuhnya adalah untuk berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah Ta’ala.”

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين.

Minggu, 24 Desember 2023

Apa Hal Yang Seperti Ini Adil ?


 

Apa Hal Yang Seperti Ini Adil ?


●  Kita tidak boleh mengklaim diri kita benar, walau kita berpegang dan mampu tunjukkan dalil, menang hujjah serta siap diajak berhakim kepada Allah. Sedang diri mereka yang tidak bisa nunjukkan dalil, kalah hujjah dan tidak berani diajak berhakim kepada Allah..justru boleh mengklaim diri mereka benar.??

●  Kita tidak boleh melakukan amar ma'ruf nahi munkar. Sedang diri mereka boleh mengajak kemungkaran dan melarang kebaikan secara terang-terangan tanpa merasa bersalah.??

●  Kita tidak boleh mencela dan ghibah/menggunjing orang-orang yang zhalim, berbuat mungkar dan maksiat terang-terangan. Sedang diri mereka boleh dan gemar menggunjing orang yang tidak berbuat mungkar atau maksiat secara terang-terangan.??

●  Kita tidak boleh mencela para tokoh kelompok mereka walau kita dengan berdasarkan burhan dan hujjah. Sedang diri mereka boleh mencela dan menuntut ataupun menjelek-jelekan ataupun demo presiden (pemimpin yang sah) di negeri ini.??

●  Katanya sama-sama mengklaim menyembah Allah, tapi ketika kita ajak berhakim kepada Allah Hakim Yang Maha Benar Dan Adil untuk memutuskan perselisihan.., maka mereka menolak bagai syaithan yang takut mendapat adzab dari Allah tapi tetap bersikap membangkang di atas kebatilan karena keangkuhan sehingga menolak kebenaran.??

Laa haula wa laa quwwata illa billah..

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين.
     

Rabu, 13 Desember 2023

Tidak Hujan Karena Ulat Jati (Ungker) Termasuk Mitos Batil Dan Aqidah Sesat


 

Tidak Hujan Karena Ulat Jati (Ungker) Termasuk Mitos Batil Dan Aqidah Sesat


     Rasulullah ﷺ juga bersabda :

مِفْتَاحُ الْغَيْبِ خَمْسٌ لاَ يَعْلَمُهَا إِلاَّ اللَّهُ لاَ يَعْلَمُ أَحَدٌ مَا يَكُونُ فِى غَدٍ ، وَلاَ يَعْلَمُ أَحَدٌ مَا يَكُونُ فِى الأَرْحَامِ ، وَلاَ تَعْلَمُ نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ، وَمَا تَدْرِى نَفْسٌ بِأَىِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ، وَمَا يَدْرِى أَحَدٌ مَتَى يَجِىءُ الْمَطَرُ

“Kunci ilmu ghoib ada lima, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah Ta’ala. (1) Tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yangg terjadi keesokan harinya. (2) Tidak ada seorang pun mengetahui apa yang terjadi dalam rahim. (3) Tidak ada satu jiwa pun yang mengetahui apa yang ia lakukan besok. (4) Tidak ada satu jiwa pun yang mengetahui di manakah ia akan mati. (5) Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan turunnya hujan.” (HR. Al Bukhari)

     Jadi ketika tidak turun hujan itu bukan karena keberadaan ulat Jati (ungker) dan realitanya tadi turun hujan padahal sekarang di sini musim ulat Jati. Walau bisa juga tidak menutup kemungkinan ulat pun bisa berdoa kepada Allah agar diberi keselamatan, sehingga pada suatu kesempatan Allah menahan hujan. Sedang jika ada manusia yang berdoa berharap turun hujan, tapi doa mereka tidak Allah kabulkan bisa jadi karena sebab dosa maksiat dan kibr (sombong).? Sehingga hendaknya mereka introspeksi diri.

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين.


Data Pelengkap :

- Kamis, 14-12-2023 sekitar pukul 14.00 WIB turun hujan.

- Sabtu, 23-12-2023 sekitar pukul 20.00 WIB turun hujan deras. Sampai ada yang mentraktor sawah pada malam itu juga sehingga besoknya hari Ahad, 24-12-2023 bisa ditanami padi.

- Senin, 25-12-2023 sekitar pukul 02.00 WIB dini hari hujan.

- Selasa, 26-12-2023 sekitar pukul 18.15 WIB turun hujan cukup deras. Sampai banyak galeng yang rusak dengan sebab air melimpah.

- Jum'at, 29-12-2023 hujan ringan.

- Sabtu, 30-12-2023 sekitar pukul 02.00 dini hari hujan.

- Ahad, 31-12-2023 sekitar pukul 14.30 hujan cukup deras.










Tahukah Engkau Jika Allah Mentaqdirkan Ada Ulat Jati Dan Semisal Maka Itu Semua Juga Ada Hikmahnya ?


 

Tahukah Engkau Jika Allah Mentaqdirkan Ada Ulat Jati Dan Semisal Maka Itu Semua Juga Ada Hikmahnya ?


     Allah menciptakan ulat jati dan semisal insya Allah pasti juga ada hikmahnya sebagaimana penciptaan Allah yang lain. Bahkan penciptaan iblis dan para syaithan (dari jin dan manusia) pun ada hikmahnya. Allah taqdirkan adanya iblis dan para syaithan menjadikan hikmah yang lebih sempurna daripada andai tak ada iblis dan para syaithan..

     Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS. Ali ‘Imran : 190-191)

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين.

Jumat, 01 Desember 2023

Sunnatullah, Orang Muslim Akan Mengikuti Jejak Ahli Kitab


 

Sunnatullah, Orang Muslim Akan Mengikuti Jejak Ahli Kitab


     Orang-orang Ahli Kitab Memuji Allah Dengan Nyanyian Dalam Ibadah Jemaat.. , Maka Kini Banyak Orang Muslim Yang Mengikuti Jejaknya Dengan Menyanyikan Pujian (Koor) Di Masjid. Padahal Nabi Muhammad Tidak Pernah Memerintahkan Atau Mensyari'atkan Ibadah Dengan Menyanyi. Dan tiada nukilan Nabi dan para Shahabat  itu gemar menyanyi. Justru yang ada sebaliknya Nabi dan para Shahabat gemar membaca Al Qur'an..

      Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda :

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ , قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ : فَمَنْ

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para shahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669).

Ketika Nasi Hantaran Menjadi "Risywah Sosial" dan Jerat Maksiat

  Ketika Nasi Hantaran Menjadi "Risywah Sosial" dan Jerat Maksiat Di tengah masyarakat kita, tradisi hantaran makanan menjelang h...