Sebuah Tahdzir ( Peringatan )
🔸 Jika seseorang mencintai Allah, maka akan senang menyebut nama Allah. Sehingga jika kita tidak menyukai tabi'at seseorang, maka wajar jika menyebut namanya saja pun enggan.
🔸 Manusia itu akan cenderung berkumpul dan akrab dengan yang semisal. Orang baik suka kumpul dengan orang baik. Orang yang akrab dengan penjahat/teroris, maka berhak dicurigai sebagaimana orang jahat. Demikian juga orang yang akrab dengan orang zholim, maka juga berhak dihukumi zholim. Sedang perkara hati itu urusan Allah.
🔸 Jika mereka terlihat akrab (baik bukan kerabat ataupun kerabatku), maka sebagai bentuk tahdzir jangan salahkan jika diriku tidak ingin masuk rumah mereka. Sehingga konsekwensinya jika mereka mati lebih dulu daripada aku, maka insya Allah diriku pun tidak ingin ikut mensholati.
🔸 Insya Allah diriku akan nunjukkan atau kembali kepada tabiat asliku. Jarang membaur dengan manusia. Jika ketemu orang, maka bicara seperlunya. Jika tiada keperluan maka bicara 2 atau 3 patah kata semisal "Assalamu'alaikum", "amit", "monggo" dan semisal.
Laa haula wa laa quwwata illa billah..
Senin, 17 Jumadil-Akhir 1447 H (08-12-2025)








