Minggu, 24 Desember 2023

Apa Hal Yang Seperti Ini Adil ?


 

Apa Hal Yang Seperti Ini Adil ?


●  Kita tidak boleh mengklaim diri kita benar, walau kita berpegang dan mampu tunjukkan dalil, menang hujjah serta siap diajak berhakim kepada Allah. Sedang diri mereka yang tidak bisa nunjukkan dalil, kalah hujjah dan tidak berani diajak berhakim kepada Allah..justru boleh mengklaim diri mereka benar.??

●  Kita tidak boleh melakukan amar ma'ruf nahi munkar. Sedang diri mereka boleh mengajak kemungkaran dan melarang kebaikan secara terang-terangan tanpa merasa bersalah.??

●  Kita tidak boleh mencela dan ghibah/menggunjing orang-orang yang zhalim, berbuat mungkar dan maksiat terang-terangan. Sedang diri mereka boleh dan gemar menggunjing orang yang tidak berbuat mungkar atau maksiat secara terang-terangan.??

●  Kita tidak boleh mencela para tokoh kelompok mereka walau kita dengan berdasarkan burhan dan hujjah. Sedang diri mereka boleh mencela dan menuntut ataupun menjelek-jelekan ataupun demo presiden (pemimpin yang sah) di negeri ini.??

●  Katanya sama-sama mengklaim menyembah Allah, tapi ketika kita ajak berhakim kepada Allah Hakim Yang Maha Benar Dan Adil untuk memutuskan perselisihan.., maka mereka menolak bagai syaithan yang takut mendapat adzab dari Allah tapi tetap bersikap membangkang di atas kebatilan karena keangkuhan sehingga menolak kebenaran.??

Laa haula wa laa quwwata illa billah..

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين.
     

Rabu, 13 Desember 2023

Tidak Hujan Karena Ulat Jati (Ungker) Termasuk Mitos Batil Dan Aqidah Sesat


 

Tidak Hujan Karena Ulat Jati (Ungker) Termasuk Mitos Batil Dan Aqidah Sesat


     Rasulullah ﷺ juga bersabda :

مِفْتَاحُ الْغَيْبِ خَمْسٌ لاَ يَعْلَمُهَا إِلاَّ اللَّهُ لاَ يَعْلَمُ أَحَدٌ مَا يَكُونُ فِى غَدٍ ، وَلاَ يَعْلَمُ أَحَدٌ مَا يَكُونُ فِى الأَرْحَامِ ، وَلاَ تَعْلَمُ نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ، وَمَا تَدْرِى نَفْسٌ بِأَىِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ، وَمَا يَدْرِى أَحَدٌ مَتَى يَجِىءُ الْمَطَرُ

“Kunci ilmu ghoib ada lima, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah Ta’ala. (1) Tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yangg terjadi keesokan harinya. (2) Tidak ada seorang pun mengetahui apa yang terjadi dalam rahim. (3) Tidak ada satu jiwa pun yang mengetahui apa yang ia lakukan besok. (4) Tidak ada satu jiwa pun yang mengetahui di manakah ia akan mati. (5) Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan turunnya hujan.” (HR. Al Bukhari)

     Jadi ketika tidak turun hujan itu bukan karena keberadaan ulat Jati (ungker) dan realitanya tadi turun hujan padahal sekarang di sini musim ulat Jati. Walau bisa juga tidak menutup kemungkinan ulat pun bisa berdoa kepada Allah agar diberi keselamatan, sehingga pada suatu kesempatan Allah menahan hujan. Sedang jika ada manusia yang berdoa berharap turun hujan, tapi doa mereka tidak Allah kabulkan bisa jadi karena sebab dosa maksiat dan kibr (sombong).? Sehingga hendaknya mereka introspeksi diri.

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين.


Data Pelengkap :

- Kamis, 14-12-2023 sekitar pukul 14.00 WIB turun hujan.

- Sabtu, 23-12-2023 sekitar pukul 20.00 WIB turun hujan deras. Sampai ada yang mentraktor sawah pada malam itu juga sehingga besoknya hari Ahad, 24-12-2023 bisa ditanami padi.

- Senin, 25-12-2023 sekitar pukul 02.00 WIB dini hari hujan.

- Selasa, 26-12-2023 sekitar pukul 18.15 WIB turun hujan cukup deras. Sampai banyak galeng yang rusak dengan sebab air melimpah.

- Jum'at, 29-12-2023 hujan ringan.

- Sabtu, 30-12-2023 sekitar pukul 02.00 dini hari hujan.

- Ahad, 31-12-2023 sekitar pukul 14.30 hujan cukup deras.










Tahukah Engkau Jika Allah Mentaqdirkan Ada Ulat Jati Dan Semisal Maka Itu Semua Juga Ada Hikmahnya ?


 

Tahukah Engkau Jika Allah Mentaqdirkan Ada Ulat Jati Dan Semisal Maka Itu Semua Juga Ada Hikmahnya ?


     Allah menciptakan ulat jati dan semisal insya Allah pasti juga ada hikmahnya sebagaimana penciptaan Allah yang lain. Bahkan penciptaan iblis dan para syaithan (dari jin dan manusia) pun ada hikmahnya. Allah taqdirkan adanya iblis dan para syaithan menjadikan hikmah yang lebih sempurna daripada andai tak ada iblis dan para syaithan..

     Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS. Ali ‘Imran : 190-191)

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين.

Jumat, 01 Desember 2023

Sunnatullah, Orang Muslim Akan Mengikuti Jejak Ahli Kitab


 

Sunnatullah, Orang Muslim Akan Mengikuti Jejak Ahli Kitab


     Orang-orang Ahli Kitab Memuji Allah Dengan Nyanyian Dalam Ibadah Jemaat.. , Maka Kini Banyak Orang Muslim Yang Mengikuti Jejaknya Dengan Menyanyikan Pujian (Koor) Di Masjid. Padahal Nabi Muhammad Tidak Pernah Memerintahkan Atau Mensyari'atkan Ibadah Dengan Menyanyi. Dan tiada nukilan Nabi dan para Shahabat  itu gemar menyanyi. Justru yang ada sebaliknya Nabi dan para Shahabat gemar membaca Al Qur'an..

      Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda :

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ , قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ : فَمَنْ

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para shahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669).

Senin, 13 November 2023

Bahaya Riya' ( Menampakkan Amalan Karena Manusia ) Termasuk Dengan Pengeras Suara


 

Bahaya Riya' ( Menampakkan Amalan Karena Manusia ) Termasuk Dengan Pengeras Suara

     Riya’ adalah menampakkan ibadah dengan maksud agar dilihat orang lain. Jadi riya’ berarti melakukan amalan tidak ikhlas karena Allah karena yang dicari adalah pandangan, sanjungan dan pujian manusia, bukan balasan murni di sisi Allah. Penyakit inilah yang banyak menimpa umat ini ketika beribadah. Padahal riya’ ini benar-benar Nabi khawatirkan. Mari kita renungkan sebuah hadits :

عَنْ مَحْمُودِ بْنِ لَبِيدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ ». قَالُوا وَمَا الشِّرْكُ الأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « الرِّيَاءُ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِذَا جُزِىَ النَّاسُ بِأَعْمَالِهِمْ اذْهَبُوا إِلَى الَّذِينَ كُنْتُمْ تُرَاءُونَ فِى الدُّنْيَا فَانْظُرُوا هَلْ تَجِدُونَ عِنْدَهُمْ جَزَاءً »

Dari Mahmud bin Labid, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya yang paling kukhawatirkan akan menimpa kalian adalah syirik ashgor.” Para sahabat bertanya, “Apa itu syirik ashgor, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “(Syirik ashgor adalah) riya’. Allah Ta’ala berkata pada mereka yang berbuat riya’ pada hari kiamat ketika manusia mendapat balasan atas amalan mereka: ‘Pergilah kalian pada orang yang kalian tujukan perbuatan riya’ di dunia. Lalu lihatlah apakah kalian mendapatkan balasan dari mereka?’ (HR. Ahmad 5: 429. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

     Rasulullah bersabda :

مَنْ سَمَّعَ النَّاسَ بِعَمَلِهِ ، سَمَّعَ اللهُ بِهِ مَسَامِعَ خَلْقِهِ ، وَصَغَّرَهُ وَحَقَّرَهُ

“Barangsiapa memperdengarkan amalnya kepada orang lain (agar orang tahu amalnya), maka Allah akan menyiarkan aibnya di telinga-telinga hambaNya, Allah rendahkan dia dan menghinakannya”. (HR Thabrani dalam al Mu’jamul Kabiir; al Baihaqi dan Ahmad, no. 6509. Dishahihkan oleh Ahmad Muhammad Syakir. Lihat Shahiih at Targhiib wat Tarhiib, I/117, no. 25).

Ketika Nasi Hantaran Menjadi "Risywah Sosial" dan Jerat Maksiat

  Ketika Nasi Hantaran Menjadi "Risywah Sosial" dan Jerat Maksiat Di tengah masyarakat kita, tradisi hantaran makanan menjelang h...